Riwayat Konflik di Manchester United. Kisah Ruben Amorim di Manchester United akhirnya berakhir lebih kilat dari yang dibayangkan. Pelatih asal Portugal itu formal diberhentikan sehabis cuma 14 bulan menukangi Setan Merah, tepatnya usai laga lawan Leeds United di minggu ke- 20 Liga Inggris 2025/ 2026.
Keputusan ini tiba di tengah suasana tim yang sesungguhnya mulai menampilkan revisi. MU apalagi pernah merangkak naik ke papan atas klasemen Premier League.
Walaupun demikian penampilan Man United dapat diucap masih belum tidak berubah- ubah. Tidak hanya itu, sayangnya, sepanjang terletak di Old Trafford ada permasalahan laten yang terus mengikis ruang ubah Setan Merah.
Ikatan Amorim dengan beberapa pemain memburuk dari waktu ke waktu. Dia berkonflik dengan pemain macam Marcus Rashford hingga Kobbie Mainoo.
Tercantum kedua pemain tersebut, berikut para pemain yang berkonflik dengan Amorim sepanjang di Man United.
Perpecahan Internal
Benih keraguan di tingkatan hierarki klub sesungguhnya telah timbul saat sebelum Amorim meluapkan emosinya kepada publik seusai laga imbang 1- 1 kontra Leeds United, Pekan( 4/ 1). Dalam statment yang bernada menantang, Amorim menegaskan dirinya merupakan seseorang” manajer”, bukan semata- mata” pelatih”. Dia apalagi mengisyaratkan hendak lekas hengkang begitu kontraknya berakhir dalam 18 bulan ke depan.
Salah satu poin perselisihan yang mencuat merupakan menimpa masa depan gelandang muda, Kobbie Mainoo. Manajemen keberatan menjual Mainoo walaupun si pemain belum menemukan tempat utama dalam skema taktik Amorim. Pihak klub yakin Mainoo merupakan peninggalan masa depan yang wajib dipertahankan, siapa juga pelatihnya nanti.
Ketidakpastian ini diperkuat dengan statment skeptis Amorim terpaut transisi taktik 3- 4- 3 yang dia usung.
” Aku merasa buat memainkan 3- 4- 3 yang sempurna, kami perlu dana besar serta waktu. Mulai menyadari perihal itu tidak hendak terjalin” ucap Amorim dilansir halaman The Guardian, Senin( 5/ 1).

Marcus Rashford: Dari Andalan Jadi Tersingkir
Kehadiran Ruben Amorim pernah dikira selaku angin fresh untuk Marcus Rashford. Penyerang Inggris itu langsung tampak tajam dengan mencetak 3 gol dalam 2 laga dini di dasar pelatih baru.
Tetapi, performa Rashford lama- lama menyusut serta mulai merangsang keraguan dari si pelatih. Amorim diucap mempertanyakan profesionalisme si pemain, paling utama terpaut perilakunya di tahap latihan.
Suasana terus menjadi memanas kala Amorim secara terbuka menarangkan alibi Rashford tidak dimainkan. Dia menegaskan kalau mutu latihan jadi aspek utama dalam memastikan menit bermain.
Konflik tersebut berujung panjang kala Rashford dipinjamkan ke Aston Villa. Dikala kembali, Amorim menolak memberinya peluang kedua, sampai Rashford kembali menempuh masa peminjaman bersama Barcelona.
Alejandro Garnacho: Konflik di Momen Sangat Krusial
Nama Alejandro Garnacho pula masuk dalam catatan pemain yang berselisih dengan Amorim. Ikatan keduanya memanas dikala MU melangkah jauh di ajang Liga Europa.
Kesalahan Garnacho di semifinal jadi sorotan langsung si pelatih. Kritik terbuka tersebut bersinambung dengan keputusan mencadangkan Garnacho di final kontra Tottenham.
Rasa frustrasi Garnacho juga tumpah ke publik sehabis laga final. Dia mempertanyakan keputusannya cuma bermain pendek di pertandingan terutama masa itu.
Tidak lama berselang, Garnacho betul- betul angkat kaki dari Old Trafford. Dia bergabung dengan Chelsea dengan nilai transfer besar, meninggalkan ikatan yang tidak bisa jadi diperbaiki dengan Amorim.
Jadon Sancho: Cerita Lama yang tidak Sempat Usai
Permasalahan Jadon Sancho di Manchester United nyatanya tidak menyudahi walaupun Erik ten Hag telah berangkat. Di dasar Amorim, suasana si winger malah terus menjadi memburuk.
Amorim memperhitungkan Sancho tidak cocok dengan standar komitmen serta kebutuhan taktik tim. Statment tersebut membuat masa depan Sancho di MU terus menjadi suram.
Manajemen klub kesimpulannya menyetujui kepergian Sancho ke Aston Villa. Walaupun telah pindah, ketegangan antara keduanya senantiasa terasa.
Perihal itu nampak dikala MU berjumpa Villa, kala Amorim menolak berikan atensi spesial pada Sancho. Dia menegaskan kalau fokusnya cuma pada tim yang dia latih.
Antony: Tidak Sempat Masuk Rencana
Semenjak dini masa kepelatihan Amorim, Antony hampir tidak sempat masuk hitungan. Winger asal Brasil itu dikira tidak sesuai dengan sistem game yang diusung.
Keputusan meminjamkan Antony ke Real Betis diambil pada Januari 2025. Amorim menyebut tuntutan raga jadi alibi utama di balik keputusan tersebut.
Statment itu merangsang respon keras dari pihak Antony. Si agen memperhitungkan kliennya diperlakukan tidak adil oleh klub serta pelatih.
Pada kesimpulannya, Antony dilepas secara permanen ke Betis. Dia setelah itu mengatakan kekecewaannya terhadap metode MU serta Amorim memperlakukannya sepanjang di Inggris.
Baca juga: Liverpool vs Fulham: Si Merah Gagal Lagi
Rasmus Hojlund: Tidak Cocok Filosofi
Rasmus Hojlund sesungguhnya masih menemukan peluang bermain di masa Amorim. Tetapi, statusnya selaku striker utama lama- lama tergerus.
Pada bursa transfer masa panas, Hojlund dilepas ke Napoli dengan status pinjaman. Semenjak dikala itu, kedekatan keduanya kian dingin.
Amorim secara terbuka menarangkan kalau dia memerlukan penyerang dengan pergerakan pintar serta respon kilat. Statment tersebut dikira selaku sindiran langsung kepada Hojlund.
Striker Denmark itu juga membalas melalui media sosial. Sebagian unggahan bernada satir menampilkan kalau hubungannya dengan Amorim betul- betul berakhir kurang baik.

