Nottingham Forest Resmi Gaet Ange Postecoglou. Nottingham Forest resmi menunjuk Ange Postecoglou sebagai pelatih kepala baru. Ia datang menggantikan Nuno Espirito Santo yang dipecat usai hanya tiga laga musim ini.
Postecoglou kembali ke dunia kepelatihan setelah tiga bulan tanpa klub. Sebelumnya, ia didepak Tottenham meski sukses membawa Spurs meraih gelar Liga Europa.
Pemilik Forest, Evangelos Marinakis, menegaskan bahwa target klub kini adalah meraih trofi. Postecoglou dianggap punya rekam jejak yang tepat untuk membawa Forest ke level berikutnya.
Pelatih asal Australia ini akan diperkenalkan secara resmi dalam konferensi pers. Debutnya sebagai pelatih Forest dijadwalkan menghadapi Arsenal akhir pekan ini.
Perbedaan Gaya Nuno dan Ange
Nuno sukses dengan permainan reaktif: bertahan rapat lalu menyerang cepat. Gaya ini memang tidak selalu indah, tetapi terbukti efektif. Sebaliknya, Postecoglou dikenal dengan filosofi menyerang habis-habisan ala “Angeball.”
Di Tottenham, ia sering menolak kompromi—termasuk saat tetap bermain garis tinggi melawan Chelsea meski hanya dengan sembilan pemain.
Hasilnya, Spurs sempat tampil segar dengan penguasaan bola rata-rata 62% di musim 2023/24, hanya kalah dari Manchester City. Mereka mencetak 74 gol, tapi juga kebobolan 61—angka yang lebih buruk daripada tim papan bawah Everton.
Musim berikutnya lebih parah: Spurs finis di peringkat 17 dengan 22 kekalahan, 63 kebobolan, dan hanya selamat dari degradasi berkat serangkaian perubahan.
Di balik itu semua, jadwal padat dan gaya bermain intens membuat Tottenham dilanda badai cedera. Spurs jadi salah satu tim dengan jarak tempuh dan jumlah sprint tertinggi di Premier League, tetapi akhirnya pemain mereka tumbang satu per satu.
Saat Ange Mau Berubah
Namun, Postecoglou menunjukkan sisi lain di Europa League. Dalam perjalanan menuju gelar juara—prestasi terbesar Spurs dalam satu generasi—ia justru meninggalkan filosofi “Angeball.”
Di empat laga terakhir kompetisi itu, Spurs hanya kebobolan satu gol, dengan penguasaan bola tak lebih dari 41,7% di tiap pertandingan.
Final melawan Manchester United bahkan lebih ekstrem: Spurs hanya punya 26,7% penguasaan bola, tiga tembakan, dan akurasi umpan 61%, tapi berhasil menjaga pertahanan rapat dan keluar sebagai juara.
Bagi Postecoglou, sepak bola knockout berbeda dengan liga. Ia menyebut kuncinya ada pada organisasi tim, keyakinan, dan meminimalisasi peluang lawan. Itu bukti nyata bahwa ia bisa menyesuaikan diri ketika situasi menuntut.
Kepergian Nuno Espirito Santo
Nuno dipecat setelah menjabat 21 bulan di City Ground. Kekalahan 0-3 dari West Ham menjadi laga terakhirnya.
Pelatih asal Portugal itu awalnya datang pada Desember 2023 menggantikan Steve Cooper. Ia sukses menyelamatkan Forest dari degradasi dan musim lalu membawa mereka finis ketujuh.
Pencapaian itu mengantarkan Forest kembali ke kompetisi Eropa setelah 30 tahun absen. Namun, hubungannya dengan Marinakis memburuk dan posisinya pun tak lagi aman.

Visi Postecoglou Bersama Forest
Postecoglou datang dengan target jelas: membawa trofi ke City Ground. Ia juga menekankan pentingnya membangun tim yang konsisten bersaing di papan atas.
Marinakis menyebut Postecoglou punya pengalaman di level tertinggi. Dengan catatan prestasi sebelumnya, ia diyakini bisa membantu Forest mencapai ambisi besar mereka.
Beberapa pemain kabarnya terkejut dengan keputusan pergantian pelatih. Namun, manajemen Forest menegaskan langkah ini penting untuk masa depan klub.
“Setelah meraih promosi ke Premier League, lalu membangun konsistensi musim demi musim hingga bisa mengamankan tiket ke kompetisi Eropa, kini kami harus mengambil langkah yang tepat untuk bersaing dengan yang terbaik dan menantang perebutan trofi,” ujar Marinakis.
“Ange memiliki kredensial dan rekam jejak untuk melakukan itu, dan kami sangat antusias menyambutnya bergabung dalam perjalanan ambisius kami.”
Baca juga: Senne Lammens Siap Jadi Kiper MU?
Jejak Karier Postecoglou
Meski gagal di Premier League musim lalu, Postecoglou meninggalkan jejak bersejarah di Tottenham. Ia mempersembahkan gelar Liga Europa usai mengalahkan Manchester United di final.
Trofi tersebut juga memastikan tiket Liga Champions untuk Spurs. Namun, hal itu tak cukup menyelamatkan posisinya karena performa buruk di liga domestik.
Kini, Postecoglou mendapat kesempatan baru bersama Forest. Tantangan besarnya adalah menjaga stabilitas tim sekaligus memenuhi ambisi meraih gelar.
Kekalahan 0-3 dari West Ham United pada pertandingan terakhir Nuno menjadi pemicu keputusan ini.
Ange Postecoglou, pelatih berusia 60 tahun asal Australia kelahiran Yunani, membawa pengalaman lebih dari 25 tahun di dunia kepelatihan.
Dia dikenal karena filosofi sepak bola menyerang dan kepemimpinan transformasional. Sebelum bergabung dengan Nottingham Forest, Postecoglou sukses melatih Tottenham Hotspur, dengan mempersembahkan gelar Liga Europa musim lalu, trofi pertama Spurs dalam 17 tahun, meskipun kemudian dipecat setelah finis di peringkat 17 Liga Primer Inggris.
Karier Postecoglou juga mencakup keberhasilan di level internasional dan domestik. Dia memimpin timnas Australia meraih gelar Piala Asia AFC 2015 dan melatih Yokohama F Marinos meraih gelar J-League pada 2019.
Di Skotlandia, Postecoglou membawa Celtic meraih treble domestik pada musim keduanya (2022/23) setelah merebut kembali gelar liga dari Rangers.
Menurut laporan Fabrizio Romano, Postecoglou menandatangani kontrak hingga Juni 2027. Dia diperkirakan akan memimpin Forest pada laga tandang Liga Primer Inggris melawan Arsenal, akhir pekan ini. Mainkan permainan sportsbook bersama raja botak link gaming online depo mudah hari ini!

