Chelsea Dipermalukan Arsenal 3 – 2. Kekalahan 2- 3 dari Arsenal di Stamford Bridge bukan semata- mata soal skor akhir untuk Chelsea. Di mata Jamie Redknapp, hasil leg awal semifinal Carabao Cup itu menelanjangi lubang besar di jantung pertahanan The Blues yang wajib lekas ditambal.
Jamie Redknapp tidak dapat menahan kritiknya usai memandang kerapuhan lini balik skuad asuhan Liam Rosenior, Kamis( 15/ 1/ 2026) dini hari tadi.
Mantan gelandang Timnas Inggris itu memperhitungkan Chelsea sangat kekurangan figur pemimpin berpengalaman di zona pertahanan. Permasalahan ini dikira krusial serta menekan bila mereka mau bersaing di tingkat elit, paling utama sehabis memandang mudahnya gawang tuan rumah dibobol 3 kali.
Walaupun Alejandro Garnacho tampak gemilang dengan 2 gol dari bangku cadangan serta Estevao bersinar di sayap, pertahanan malah keteteran. Duet Trevoh Chalobah serta Wesley Fofana yang jadi starter kandas membagikan rasa nyaman selama laga.
Berdialog di Sky Sports, Redknapp tidak segan menunjuk satu posisi vital yang harus jadi prioritas belanja Chelsea di bursa transfer Januari ini.
Dominasi Dini The Gunners serta Daya guna Bola Mati
Publik tuan rumah langsung terbungkam dikala pertandingan baru berjalan 7 menit. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Declan Rice, Ben White sukses menyongsong bola dengan sundulan akurat yang tidak sanggup diduga oleh kiper Robert Sanchez. Gol kilat ini membagikan tekanan besar untuk Chelsea yang tampak pincang menyusul absennya 2 pilar berarti, Cole Palmer serta Reece James, sebab cedera.
Merambah babak kedua, Arsenal kembali memperlebar jarak pada menit ke- 49. Bomber asal Swedia, Viktor Gyokeres, menampilkan insting predatornya dengan menggunakan blunder Robert Sanchez yang kandas menangkap bola silang dengan sempurna. Skor 2- 0 buat keunggulan tim tamu pernah membuat mental pemain The Blues goyah.

Kebangkitan Garnacho serta Gol Solo Zubimendi
Harapan untuk Chelsea mulai timbul di menit ke- 57. Alejandro Garnacho, yang dipasang selaku motor serbuan, sukses memperkecil ketertinggalan sehabis menuntaskan umpan tarik matang dari Pedro Neto. Gol tersebut pernah membakar semangat anak asuh Liam Rosenior buat mencari gol keseimbangan.
Tetapi, Arsenal menampilkan kelasnya selaku pemuncak klasemen Liga Inggris dikala ini. Pada menit ke- 71, Martin Zubimendi melaksanakan aksi orang menawan di lini tengah saat sebelum membebaskan tembakan keras yang merobek jala Chelsea buat ketiga kalinya. Mureks mendengarkan terdapatnya kenaikan keseriusan serbuan dari kedua tim di babak kedua.
Garnacho kembali mencetak gol pada menit ke- 83 buat mengganti skor jadi 2- 3. Walaupun demikian, sampai peluit panjang dibunyikan, Chelsea kandas mencetak gol bonus. Hasil ini membuat Chelsea harus menang dengan selisih 2 gol pada leg kedua di Emirates Stadium bila mau melaju ke Wembley.
Tes Berat Liam Rosenior di Leg Kedua
Kekalahan ini jadi kapsul getir untuk Liam Rosenior dalam laga kandang pertamanya selaku pelatih Chelsea. Walaupun The Blues menampilkan kepribadian pantang menyerah, lini pertahanan mereka nampak rapuh dikala mengalami transisi kilat Arsenal. Rosenior saat ini mempunyai waktu sampai 3 Februari mendatang buat meramu strategi balasan guna membalikkan kondisi di kandang lawan.
” TUNGGU! Gol Arsenal itu( sundulan White) JELAS offside! Gyokeres mengintai dalam posisi offside menganggu bek Chelsea- persis semacam Haaland kemarin serta dianulir sehabis 6 menit!”
” Salah satu keputusan VAR sangat KONYOL yang sempat DIBERKAN!”
“ Lmaooo! VAR di Inggris itu candaan, gimana dapat gol Arsenal itu bukan offside sehabis omong kosong di pertandingan City tadi malam????”
“ Tidak bisa jadi Arsenal baru saja mencetak gol dengan suasana yang mirip… VAR mengesahkannya begitu cepat…”
“ Jadi, dapat tidak seorang jelasin apa kelainannya antara gol Arsenal vs Chelsea dan gol kedua City yang dianulir vs Newcastle?”
Baca juga: Ini yang Harus Dibenahi Alvaro Arbeloa
Kekecewaan Suporter
Komentar- komentar ini menampilkan kekecewaan suporter terhadap inkonsistensi standar peninjauan VAR, spesialnya dalam permasalahan offside tipis yang terjalin di pertandingan berbeda sebagian hari lebih dahulu.
Tidak hanya netizen, beberapa pengamat sepak bola pula melaporkan kalau keputusan VAR walaupun didukung ketentuan teknis senantiasa berikan kesan berbeda standar bila dibanding dengan insiden seragam pada pertandingan lain.
Ini terus menjadi memperpanjang dialog soal pemakaian VAR selaku perlengkapan bantu wasit yang sepatutnya memperjelas suasana game, bukan malah memunculkan polemik baru. Cobain serunya permainan paus empire link utama gaming resmi terbaik saat ini!

