Arsenal Gagal Menang di Kandang Sunderland

Arsenal Gagal Menang di Kandang Sunderland
macan empire

Arsenal Gagal Menang di Kandang Sunderland. Arsenal datang ke Stadium of Light dengan misi memperpanjang rekor kemenangan mereka jadi 11 laga beruntun serta melindungi posisi di puncak klasemen Premier League. Tetapi, yang mereka temui di Sunderland bukan cuma perlawanan sengit, tetapi pula taktik cerdik yang tidak sering nampak di sepak bola modern.

Sunderland, tim promosi yang naik daun, berhasil menahan imbang Arsenal 2- 2 dalam laga dramatis pada Pekan( 9/ 11) dini hari Wib. Hasil itu terasa semacam kemenangan untuk The Black Cats, terlebih metode mereka menghentikan Arsenal tiba dari ilham yang tidak biasa, mengganti perinci kecil di dekat lapangan.

Tim asuhan Regis Le Bris tidak cuma tampak disiplin serta kasar, tetapi pula memakai kecerdikan taktis di luar strategi game. Dari papan iklan yang digeser sampai mentalitas buat menghasilkan kekacauan, Sunderland menampilkan kalau kreativitas dapat jadi senjata melawan tim sebesar Arsenal.

Babak Pertama

Pertandingan berjalan ketat semenjak dini dengan Arsenal lebih dominan memahami bola. Sunderland bertahan dengan disiplin sembari menunggu kesempatan melalui serbuan balik kilat.

Declan Rice menemukan kesempatan dari tendangan leluasa di menit ke- 15, tetapi Robin Roefs melaksanakan penyelamatan gemilang. Eberechi Eze pula berupaya peruntungannya, namun tendangannya melambung besar di atas gawang.

Sunderland setelah itu menghasilkan kejutan di menit ke- 36 lewat Daniel Ballard. Bek tuan rumah membebaskan tembakan akurat ke tiang kanan gawang Arsenal serta bawa timnya unggul 1- 0.

Menjelang babak awal berakhir, William Saliba mempunyai peluang emas buat membandingkan peran. Tetapi, tembakannya dari jarak dekat melayang jauh di atas mistar gawang.

Babak Kedua

Merambah babak kedua, Arsenal tampak lebih kasar buat mengejar ketertinggalan. Martin Zubimendi langsung mengecam, tetapi usahanya masih gampang diamankan kiper Sunderland.

Kerja sama apik Mikel Merino serta Bukayo Saka kesimpulannya membuahkan hasil di menit ke- 54. Saka menuntaskan umpan matang dengan tenang ke pojok kanan dasar buat mengganti skor jadi 1- 1.

The Gunners terus memencet serta nyaris berputar unggul melalui tembakan Zubimendi yang membentur mistar. Sampai kesimpulannya Leandro Trossard mencetak gol indah dari luar kotak penalti di menit ke- 74 buat bawa Arsenal unggul 2- 1.

Tetapi, drama terjalin di masa bonus waktu. Brian Brobbey sukses menaklukkan David Raya di menit ke- 94, serta sehabis tinjauan VAR, gol tersebut dinyatakan legal buat mengakhiri laga dengan skor 2- 2.

Arsenal Gagal Menang di Kandang Sunderland

Papan Iklan Jadi Senjata Rahasia Sunderland

Arsenal diketahui selaku tim yang saat ini lebih berani bermain langsung serta menggunakan bola mati. Tercantum lemparan ke dalam jarak jauh yang sering jadi sumber gol. Tetapi, ancaman itu tidak berlaku di Stadium of Light.

Sunderland memiliki ilham brilian: mereka memindahkan papan iklan di tepi lapangan lebih dekat dari umumnya, sehingga para pemain Arsenal tidak mempunyai ruang buat melaksanakan lemparan jauh dengan aman.

“ Kami berupaya menciptakan perinci buat memenangkan pertandingan. Mereka sangat kokoh dalam bola mati, kami pula bagus, serta ancaman ini sangat berarti buat pertandingan ini serta pada kesimpulannya balance,” kata Regis Le Bris seusai laga kepada Sky Sports.

Arsenal dengan Keberanian serta Kekacauan

Sunderland bukan cuma menghalangi ruang Arsenal secara raga, tetapi pula memencet mereka secara psikologis. Dipandu oleh Granit Xhaka yang tampak semacam pemimpin sejati di lini tengah. Sunderland bermain kasar, keras dalam tekel, serta membuat para pemain The Gunners frustrasi.

Arsenal cuma sanggup menghasilkan 2 tendangan sudut selama laga, jumlah yang sama dengan tim tuan rumah.

Apalagi kala Arsenal pernah berputar unggul 2- 1 melalui 2 gol kilat di babak kedua, Sunderland tidak menyerah. Mereka terus melanda dengan kepercayaan penuh, serta kesimpulannya membalas melalui gol akrobatik Brian Brobbey di masa injury time.

Gol itu bukan cuma penyelamat satu poin. Tetapi simbol dari gimana keberanian serta kecerdikan dapat mengguncang dominasi tim besar semacam Arsenal.

Lapisan Pemain

Sunderland( 5- 4- 1): Robin Roefs; Trai Hume, Nordi Mukiele, Serta Ballard, Lutsharel Geertruida, Reinildo Mandava; Enzo Le Fee, Noah Sadiki, Granit Xhaka, Bertrand Traore; Wilson Isidor.

Pelatih: Regis Le Bris

Arsenal( 4- 3- 3): David Raya; Riccardo Calafiori, Gabriel, William Saliba, Jurrien Timber; Eberechi Eze, Martin Zubimendi, Declan Rice; Leandro Trossard, Mikel Merino, Bukayo Saka.

Pelatih: Mikel Arteta

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *